Bisakah Seorang Broadcasting TV Itu Kudet?

by 04.48 0 komentar
Assalamu Alaikum Wr. Wb

Sudah satu tahun lebih, baru buka blog lagi. Kali ini fitri mau curhat tentang kehidupan pribadi lah. Untuk meresmikan tampilan blog yang baru. Mencoba lebih dewasa setelah membuat blog dengan nama Fiedthree Bieber whahha,, Alay memang untuk tahun 2015. Tapi pada saat 2010 itu sesuatu yang trend hehe..
Yah begitulah zaman,, selalu berubah dari tahun ke tahun. Kalau perkembangannya tidak diikuti. Kita akan dijudge kudet (kurang update). Padahal tidak semua menganggap perkembangan zaman itu penting, karena alasan terlalu sibuk sama pekerjaan atau kegiatan yang padat yang membuat ruang pergaulan kita semakin sempit. Tau tidak, kalau seorang broadcasting TV, Radio, dan film yang jelas berada dalam dunia media kreatif itu juga ada yang kudet?

Nah, kebetulan aku adalah seorang yang bekerja dibidang itu, tepatnya lebih ke dunia pertelevisian. Pengalaman yang kualami selama masuk kuliah disatu satunya pendidikan broadcaster di Makassar pada tahun 2013. Ternyata banyak senior yang termasuk dalam golongan kudet soal berita, perkembangan pendidikan, pergaulan, perkembangan musik yang lagi ngehits dan yang paling parah tentang bahaya yang terjadi di sekitar rumah mereka yang pastinya sudah dimuat di semua media di Indonesia..

Ketika semua orang disekitar kita membahas semua itu, dan kita yang menekuni dibagian media tetapi kita tidak tahu apa apa soal itu,, betapa memalukannya..
Yah,, itu disebabkan karena jadwal kuliah yang terlalu padat, tugas yang begitu banyak dari setiap dosen yang mengharuskan kita untuk tinggal di kampus lebih lama, lebih sibuk, lebih bekerja keras dari anak kuliah kebanyakan. Karena seorang Broadcasting harus membuat tugas mereka dengan pra produksi (perencanaan), produksi (syuting), dan pasca produksi (penyelesaian) dan itu smua tidak dikerjakan di rumah seperti mengerjakan laporan, tesis, atau apalah itu yang tidak di mengerti oleh kami.. kami lebih banyak bekerja di lapangan, panas kepanasan, hujan kehujanan yang harus di selamatkan adalah semua alat produksi untuk kelangsungan hidup yang lebih baik kedepannya (eits,,, jadi curhat sepanjang ini deh soal broadcast..... hehe

Jadi intinya kami jarang menonton TV yang padahal itu pekerjaan masa depan kami... Dan ternyata kejadian ini tidak hanya terjadi di Makassar saja,, tetapi di Jakarta juga, ibukota Indonesia yang dihuni oleh ribuan bahkan jutaan broadcaster yang handal dan bekerja di stasiun TV yang disiarkan di seluruh Indonesia bahkan luar negeri itu juga banyak yang kudet.

Aku sudah magang di Jakarta dan melakukan pengamatan secara diam diam,, hehe. Mereka yang bekerja di stasiun TV lebih sibuk melakukan perkerjaan mereka masing masing di bandingkan menonton tayangan mereka yang di sajikan oleh teman mereka sendiri.. Kalau dipikir, bila mereka lebih mengutamakan menonton ketimbang mengerjakan pekerjaan mereka, lalu siapa yang akan bekerja untuk menyiarkan berita, menyajikan hiburan untuk anak-anak, tutorial memasak dan lain sebagainya.. Bahkan mereka sendiri kurang tahu nama nama artis yang tampil di layar TV tempat mereka seharusnya bekerja sama dengan artis-artis tersebut..

Kalian tahu tidak, mereka menganggap artis itu tidak penting dan tidak untuk di bangga banggakan fotonya. Mereka hanya mencari tahu tentang artis tersebut ketika ingin mengajak mereka bekerja sama.. Pasti sangat berbeda dengan kalian yang sangat jauh jangkauannya dengan artis. Begitu halnya dengan aku, awalnya sangat tergila gila dan ingin berfoto, karena kita menganggap mereka seorang dewa yang di agung agungkan di tv kalian. Tetapi mereka justru menganggap artis itu adalah seorang pekerja yang sama sama mencari uang dengan mereka, dan seharusnya artislah yang berterima kasih atas kerja keras semua crew di setiap stasiun TV yang telah mengorbitkan mereka hingga di kenal banyak orang.. Betulkan??

Orang awam hanya tau artis adalah sesuatu yang bisa di banggakan, di pamer, dan di dewakan oleh fans fanatik.. padahal mereka juga adalah seorang pekerja seni yang sama sama pekerja lainnya hanya saja mereka lebih di kenal banyak orang di bandingkan orang yang mengeksposnya..
pasti orang awam tidak mau tahu dan tidak peduli apa yang dikerjakan oleh crew di belakang layar untuk menyajikan tayangan yang berkualitas dan di sukai oleh setiap orang di Indonesia..

Sadarkah kalian,, crew TV itu lebih lelah di bandingkan seorang artis. karena upah yang mereka dapatkan tidak setimpal dengan pekerjaan dan kerja keras mereka sebagai crew. sangat berbeda dengan artis yang hanya tahu jadinya, yang di perintahan apa yang di lakukan,,






>> To Be Continue








Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar